phone: +62 813 4833 4566
e-mail: bpk.haurgading@gmail.com
Tampilkan postingan dengan label Perikanan. Tampilkan semua postingan

Jumat, Mei 23, 2014

Cara Praktis Membuat Amplang Ikan



Ikan adalah salah satu bahan makanan yang bernilai gizi tinggi yang sangat penting dalam  memenuhi gizi masyarakat.
Dalam rangka meningkatkan gizi masyarakat, upaya yang dilakukan tidak cukup dengan hanya memproduksi ikan semata, tetapi perlu disertai dengan cara-cara pengolahan ikan sesuai dengan kebutuhan dari jenis ikan yang ada.
Salah satu jenis pengolahan hasil perikanan yang dikembangkan di Kabupaten Hulu Sungai Utara adalah amplang ikan patin, karena bahan baku ikan patin cukup banyak tersedia. Amplang ikan sangata disukai masyarakat baik dikalangan anak-anak maupun orang tua. Amplang ikan memiliki cita rasa yang khas yang lebih mudah diterima lidah masyarakat.

Berikut kami sajikan bagaimana cara pengolahannya:
Siapkan Alat dan Bahan
Alat:
1. Baskom
2. Telenan
3. Kompor
4. Timbangan
5. Penggiling daging
6. Pisau
7. Sendok
8. Mangkok

Bahan:
1. Daging ikan segar (1 kg)
2. Tepung tapioka/kanji (1 kg)
3. Bawang putih (150 gr)
4. Telur itik (1 bj)
5. Penyedap rasa (royko ayam 2bks)
6. Lada (1 bks kecil)
7. Soda kue (1 sdt)
8. Garam (2 sdm)

Langkah Pengolahan :
1. Siang ikan dengan cara membuang kepala dan isi perut sampai bersih setelah itu dicuci.
2. Pisahkan daging dari tulang, kulit dan lemak ikan dengan cara dikeruk menggunakan pisau atau sendok, kemudian dihaluskan dengan penggiling daging.
3. Pembuatan adonan :
- Haluskan bawang putih bersama royko, garam, dan lada
- Campur dan aduk rata tepung bersama soda kue
- Campur dan aduk hingga rata daging bersama telur dan bumbu, kemudian masukan tepung sedikit demi sedikit sambil diaduk sehingga adonan menjadi kalis
- Diamkan adonan kurang lebih 1 jam
- Adonan digiling memanjang lalu dipotong-potong
- Proses penggorengan dilakukan sekitar 30 menit, selama proses penggorengan selalu diaduk agar tidak gosong, kemudian tiriskan.
- Setelah dingin masukan amplang ke dalam plastik kedap uadara dan siap dipasarkan.

Jumat, Mei 02, 2014

PEMBESARAN IKAN PATIN



Pembesaran adalah pemeliharaan ikan patin ukuran tertentu dari hasil pendederan  sampai dengan menghasilkan ikan konsumsi.
Ikan Patin akan tumbuh lebih baik di kolam lumpur dengan aliran air yang mengalir cukup baik, meski demikian bisa juga dipelihara pada kolam semen yang tidak mengalir, tetapi perlu diperhatikan kualitas air agar tetap dalam kondisi yang baik.

Langkah-langkah pemeliharaan ikan patin di kolam sebagai berikut:

1. Pemupukan
Pada kolam lumpur idealnya perlu dilakukan pemupukan sebelum ikan patin ditebarkan. Pemupukan kolam bertujuan untuk meningkatkan makanan alami dan produktivitas kolam, yaitu dengan cara merangsang pertumbuhan makanan alami sebanyak-banyaknya. Pupuk yang biasa digunakan adalah pupuk kandang atau pupuk hijau dengan dosis 50-700 gram/m

2. Penebaran Benih
Penebaran benih baru dapat dilakukan setelah persiapan kolam selesai dan plankton dipastikan telah tumbuh. Agar benih yang ditebarkan tidak mengalami stres, penebaran benih dilakukan pada pagi atau sore hari saat suhu masih rendah. Penebaran benih dilakukan secara hati-hati dengan cara aklimatisasi suhu air di wadah pengangkutan dengan kolam pembesaran. Jumlah benih patin yang ditebarkan sebanyak 10 - 15 ekor/m3 air dengan ukuran 2 inci per ekornya.

3. Pemberian Pakan
Faktor yang cukup menentukan dalam budi daya ikan patin adalah faktor pemberian makanan. Faktor makanan yang berpengaruh terhadap keberhasilan budi daya ikan patin adalah dari aspek kandungan gizinya, jumlah dan frekuensi pemberin makanan. Pemberian makan dilakukan 2 kali sehari (pagi dan sore). Jumlah makanan yang diberikan per hari sebanyak 3-5% dari jumlah berat badan ikan peliharaan. Jumlah makanan selalu berubah setiap bulan, sesuai dengan kenaikan berat badan ikan. Hal ini dapat diketahui dengan cara menimbangnya 5-10 ekor ikan contoh yang diambil dari ikan yang dipelihara (sampel). Pakan yang diberikan adalah Pelet dan bisa ditambahkan makanan alami lainnya seperti keong emas,bekicot, ikan sisa, sisa dapur dan lain-lain. Makanan alami yang diperoleh dari lingkungan selain mengandung protein tinggi juga menghemat biaya pemeliharaan.

4. Penanganan Hama dan Penyakit
Salah satu kendala dan masalah Budi daya ikan patin adalah hama dan penyakit. Pada pembesaran ikan patin di jaring terapung dan kolam hama yang mungkin menyerang antara lain lingsang, kura-kura, biawak, ular air, dan burung. Cegah akses masuk hama tersebut ke kolam atau dengan memasang lampu penerangan si sekitar kolam. Hama tersebut biasanya enggan masuk jika ada sinar lampu. Penyakit ikan patin ada yang disebabkan infeksi dan non-infeksi. Penyakit non-infeksi adalah penyakit yang timbul akibatadanya gangguan faktor yang bukan patogen. Penyakit non-infeksi ini tidak menular. Sedangkan penyakit akibat infeksi biasanya timbul karena gangguan organisme patogen.

5. Pemanenan Ikan Patin
Pemanenan adalah saat yang ditunggu pada budi daya ikan patin. Meski terlihat sederhana pemanenan juga perlu memperhatikan beberapa aspek agar ikan tidak mengalami kerusakan,kematian, cacat saat dipanen. Sayang jika budi daya ikan patin sudah berhasil dengan baik, harus gagal hanya karena cara panen yang salah. Penangkapan ikan dengan menggunakan jala apung akan mengakibatkan ikan mengalami luka-luka. Sebaiknya penangkapan ikan dimulai dibagian hilir kemudian bergerak kebagian hulu. Jadi bila ikan didorong dengan kere maka ikan patin akan terpojok pada bagian hulu. Pemanenan seperti ini menguntungkan karena ikan tetap mendapatkan air yang segar sehingga kematian ikan dapat dihindari. Pemasaran ikan patin dalam bentuk segar dan hidup lebih diminati oleh konsumen, karena itu diusahakann menjual dalam bentuk ini.

Kamis, Mei 01, 2014

PEMBERIAN PAKAN IKAN YANG TEPAT


Tujuan pemberian pakan pada ikan adalah menyediakan kebutuhan gizi untuk kesehatan yang baik, pertumbuhan dan hasil panen yang optimum, produksi limbah yang minimum dengan biaya yang masuk akal demi keuntungan yang maksimum. Pakan yang berkualitas kegizian dan fisik merupakan kunci untuk mencapai tujuan-tujuan produksi dan ekonomis budidaya ikan. Pengetahuan tentang gizi ikan dan pakan ikan berperan penting di dalam mendukung pengembangan budidaya ikan (aquaculture) dalam mencapai tujuan tersebut. Konversi yang efisien dalam memberi makan ikan sangat penting bagi pembudidaya ikan sebab pakan merupakan komponen yang cukup besar dari total biaya produksi. Bagi pembudidaya ikan, pengetahuan tentang gizi bahan baku dan pakan merupakan sesuatu yang sangat kritis sebab pakan menghabiskan biaya 40-50% dari biaya produksi.
Dalam praktiknya, baik pakan alami maupun pakan buatan diberikan kepada ikan dengan dosis 3-5 % dari bobot ikan perhari. Pemberian pakan dilakukan tiga kali sehari, yaitu pagi, siang dan sore hari atau malam hari. Namun demikian, ada juga ahli yang menyarankan bahwa pemberian pakan ikan tidak selalu tergantung pada waktu-waktu tersebut tetapi dilakukan kapan saja selagi ikan masih mau makan. Dengan demikian, jumlah pakan yang diberikan bisa saja lebih dari 3-5 %. Hal ini dapat dilakukan dengan syarat pakan yang diberikan dimanfaatkan secara optimal oleh ikan.
Misal pemberian pakan sebesar 4 % per hari dari jumlah bobot ikan yang dipelihara pada satu kolam. Kita timbang sample ikan sebanyak 10 ekor kemudian kita dapatkan berat rata-ratanya 100 gram. Jumlah ikan dalam kolam 600 ekor. Maka jumlah pakan yang diberikan untuk satu hari adalah:
600 ekor x 100 gram x 4 % = 2400 gram atau 2,4 kg
Jadi jumlah pakan yang diberikan sebanyak 2,4 kg/hari, pemberian pakan ini bisa dibagi 3 kali sehari = 2,4 kg/3 = 0,8 kg

PEMBIBISAN PAKAN IKAN



Fungsi pembibisan pakan ikan :

1. Pakan mudah tercerna
2. Pakan tidak mengembang didalam usus yang dapat menyebabkan usus ikan pecah, perut menggelembung (kembung) dan radang usus
3. Dapat memacu pertumbuhan dan mengurangi tingkat kematian ikan
4. Dapat meningkatkan kadar protein dalam pakan
5. Memperbaiki mikroba dalam pencernaan ikan sehingga dapat meningkatkan penyerapan makanan (kalau ditambahkan probiotik)
6. Meningkatkan nafsu makan ikan.


Cara membibis pakan ikan :

1. Ambil pelet yang akan diberikan dan masukan kedalam wadah
2. Ambil air secukupnya (bisa ditambahkan probiotik)
3. Aduk pakan, kemudian sedikit demi sedikit tambahkan/semprotkan air + probiotik ke dalam pakan sampai pakan cukup basah
4. Jika pakan sudah cukup basah, hentikan pemberian air + probiotik, kemudian biarkan beberapa saat
5. Jangan sampai air yang diberikan terlalu basah, karena akan menyebabkan pakan menjadi hancur.
6. Biarkan 10-15 menit (angin-anginkan)
7. Berikan pakan pada ikan.

Rabu, April 30, 2014

Cara Mengembang Biakan EM4


(sumber gambar: ternatiflele.wordpress.com)

Adapun cara mengembangbiakkan EM4 ini adalah:

Resep/Cara 1
Alat dan Bahan :
    1. Em 4 = 1 liter
    2. Air gula merah = ½ kg + 1 liter air
    3. Sari buah nenas (4 buah) + 38 liter
    4. Jerigen isi 40 liter

Cara Pembuatan :
Campur semua bahan dalam wadah tertutup/jerigen, lalu tutup rapat wadah selama seminggu, em4 siap pakai.

Resep/Cara 2
Alat dan Bahan :
    1. 3 liter cairan EM 4 ( 3 botol @ 1 liter)
    2. Drum plastic 200 liter
    3. 500 gr gula merah / putih
    4. 180 liter air
    5. 0,5 kg terasi yang sudah dicairkan dengan air secukupnya (opsional untuk hasil yang lebih baik)

Cara Pembuatan :
Campur semua bahan dalam wadah tertutup/jeregen, lalu tutup rapat wadah selama seminggu, EM4 siap pakai.

Resep/Cara 3
Alat dan Bahan :
    1. Tetes tebu 3 liter
    2. Em-4 2 liter
    3. Air 95 liter
    4. Kantung plastik/drum (ada tutup)
    5. Tali

Cara Pembuatan :
    1. Dicampur air, tetes tebu dan EM4
    2. Diikat atau ditutup
    3. Dibiarkan selama kurang lebih 2 minggu.

Rabu, April 23, 2014

JAMU/HERBAL LELE




Bahan :
1. Jahe
2. Kunyit
3. Temulawak
4. Kencur
5. Daun Pepaya
6. Gula Merah
7. Garam

Cara membuat :
1. Kupas jahe, kunyit, temulawak dan kencur
2. Hancurkan ke empat bahan tersebut (bisa di ulek atau di blender)
3. Rebus daun pepaya dan gula merah selama 10-15 menit
4. Matikan api, masukkan jahe, kunyit, kencur dan temulawak yg sudah di blender ke dalam air rebusan daun papaya dan gula merah, aduk hingga rata dan dinginkan
5. Sesudah dingin saring jamu/herbal agar terpisah ampas dan air jamu/herbal, masukkan dalam botol
6. Simpan di tempat yang aman dan biarkan selama 2-3 hari agar proses fermentasi terjadi

Setelah 2-3 hari jamu/herbal siap digunakan pada pakan ikan










Senin, Desember 10, 2012

BUDIDAYA IKAN DALAM KERAMBA


Budidaya ikan adalah salah satu cara untuk mengembangbiakkan baik di kolam sawah sebagai mina padi maupun dengan keramba yang belum dikembangkan di semua daerah.Budidaya ikan dalam keramba ini, timbul karena suatu kebetulan, yang semula dilakukan olehpedagang ikan hidup di daerah Bandung untuk menampung ikan dagangannya yang belurn laku dijual. Ikan-ikan tersebut disimpan di dalam keramba dekat rumah mereka.Akan tetapi ikan-ikan, tersebut , tetap hidup dan bahkan bertambah besar, sehingga hal ini menimbulkan niat para pedagang untuk membudidayakan ikan dalam keramba. Budidaya ikandalam keramba ini juga dianjurkan untuk menunjang kegiatan usaha perbaikan gizi keluarga. khususnya untuk daerah-daerah yang dekat dengan perairan untuk (sungai, danau dan rawa-rawa).

Peran Man Dalam Keramba
Budidaya ikan dalam keramba sangat berperan dalam membantu melestarikan sumber air ini di perairan umum, karena penangkapan yang dilakukan secara terus menerus akan mengganggu kelestarian di perairan tersebut. Penangkapan ikan pada umumnya dilakukan tanpa memperhatikan ukuran ikan. Dengan adanya sistim budidaya ikan dalam keramba, maka diharapkan anak-anak ikan yang ikut tertangkap akan dibudidayakan, sehingga akan mempunyai nilai ekonomi  yang tinggi dibandingkan bila ditangkap waktu masih kecil. Secara garis besar, peranan budidaya ikan dalam keramba adalah :
1) Mendukung usaha peningkatan pembinaan sumber hayati di perairan umum.
2) Meningkatkan produksi Wan yang bernilai ekonomi tinggi serta memenuhi kebutuhan konsumsi ikan secara terus menerus.
3) Meningkatkan pendapatan Para petani ikan serta kesejahteraan petani ikan sepanjang tahun. 
4) Menghindari adanya masa paceklik bagi para nelayan dimana pada musim barat para nelayan tidak dapat menangkap ikan.
5) Memperluas lapangan kerja bagi nelayan dan masyarakat secara umum.

Pemasangan Keramba 
Bentuk keramba hanya dibedakan menjadi dua macam yaitu berbentuk empat persegi dan bundar panjang. Keramba berbentuk empat persegi maupun kotak, sebagai bahan pada umumnya dibuat dari bambu maupun papan. Bentuk bundar panjang, yaitu keramba menyerupai bubu pada umumnya dibuat dari bilah bambu.
Cara pemasangan atau penempatan keramba, secara umum , dapat dibedakan menjadi tiga yaitu: 
1) Keramba terendam secara keseluruhan. Pemasangannya direndam dalam air kurang lebih 20 Cm di bawah permukaan air. Keramba ini sesuai untuk perairan yang sempit dan tidak begitu dalam. Mempunyai tiga sisi, dua sisi melintang arus dan satu sisi sejajar arus.
2) Keramba terendam sebagian, kurang lebih 10 Cm berada di atas permukaan air. Mempunyai enam sisi, di mana terdiri dari empat sisi, dimana terdiri dari empat sisi memanjang dan dua sisi melintang, jenis keramba ini cocok untuk dipasang di perairan yang dalam dan luas seperti di sungai, danau, waduk dan rawa.
3) Keramba pagar berbentuk pagar keliling yang langsung  ditancapkan ke dasar air. Keramba ini harus selalu digenangi air, baik pada waktu air pasang maupun air surut. Pada umumnya dikembangkan oleh penduduk yang tinggal di rumah terapung.

Jenis Ikan
Ada beberapa  jenis ikan yang cukup potensial untuk dikembangkan dengan sistem budidaya keramba, diantaranya adalah ikan karper  (Chprinus carpio L.).  Jenis ikan ini sangat cocok untuk dikembangkan di daerah yang mempunyai ketinggian antara 150-600 meter di atas permukaan laut, dengan pH perairan antara 7-8, suhu maksimal untuk kehidupannya antara 20-25°C. Kepadatan penebaran sebaiknya antara 30-50 ekor/M3 dengan ukuran ikan 50-80 gram/ekor:
Dalam pemeliharaan selama 3-4 bulan, berat Wan bisa mencapai 300-500. gram/ekor, dengan catatan bahwa ikan tersebut juga diberikan makanan tambahan.

Ikan tawes (Punctius javanicus Blkr). Jenis ikan ini tumbuh dengan balk pada ketinggian antar 25-3°C. Padat penebaran ikan seberat 20 gram/ekor adalah, 190-125 ekor/M. Pada pemeliharaan selama  3-4 bulan dengan diberikan makanan tambahan dedak halus, beratnya bisa mencapai 300-500 ekor/M3 dengan benih ikan seberat 20 gram/ekor pada pemeliharaan 3-4 bulan, dengan diberikan dedak halus atau ampas tahu, beratnya bisa mencapai 200 300 gram/ekor.

Ikan mujair  (Tilapia masambica).  Jenis ikan, ini cocok dibudidayakan di daerah yang mempunyai ketinggian antara 0-1.000 meter di atas permukaan taut, dengan suhu maksimum antara 25-30°C. Padat penebaran dapat mencapai 500 ekor/M3 dengan benih ikan seberat 20 gram/ekor pada pemeliharaan 3-4 bulan, dengan diberikan dedak halus atau ampas tahu, beratnya bisa mencapai 200 -300 gram/ekor.

Ikan sepat siem  (Trichogaster pectoralis egen).  Ikan ini dapat hidup di dataran yang mempunyai ketinggian 800 meter di atas permukaan laut, dengan pH air antara 7  - 8 dan suhu maksimum antara 25 -35°C. padat penebaran ikan antara 25 - 35 ekor/M3 dengan ukuran panjang 9 Cm.

Ikan toman  (Ophiocephalus micropeltres). ikan ini banyak dikembangkan di daerah Kalimantan. Termasuk lamban pertumbuhannya. Pada penebaran benih ikan dengan berat 300 gram/ekor adalah, antara .15-20, ekor/M3. Pada pemeliharaan selama 8 bulan ikan sudah dapat dipanen.

Ikan gabus (Ophiocephalus  striatus Blkr).  Ada dua macam yaitu yang cepat tumbuh dan lambat tumbuh. Ikan gabus yang cepat tumbuh mempunyai ciri-ciri sebagai berikut : warna sisik punggung abu-abu muda, bagian dada berwarna putih keperak-perakan. Ikan gabus hidup di air tawar dengan pH antara 4,5 - 6. Pada penebaran ikan gabus dengan berat 100 gram/ekor adalah antara 50-60 ekor/M3. Dalam pemeliharaan selama 3 - 5 bulan berat ikan bisa mencapai 500 gram/ekor.

Ikan betok (Anabes testudineus block). to ini sangat tahan terhadap kekurangan oksigen dan juga air, Bahkan ikan ini dapat hidup dalam lumpur yang mengandung air antar 1  - 2 bulan. Pada keramba ukuran 2 x 2 x 2 M2 dapat ditebarkan benih sebanyak 800 ekor dengan berat 20 gram /ekor. Dalam waktu 6 bulan berat ikan dapat mencapai 400 gram/ekor.

Ikan gurami  (Osphronemus gouramy L.).  Hidup di air tawar. Daerah yang paling cocok adalah dengan ketinggian 50 - 400 meter di atas permukaan laut, dengan suhu maksimum antara 40 - 60 ekor /M3. Dalam membudidayakan ikan ini perlu diberikan makanan tambahan selanq waktu 2 hari sekali dengan jumlah 15 - 20 % dari berat ikan total. Dalam waktu 3  -4 bulan, ikan ini sudah dapat dipanen.

Selain jenis-jenis ikan tersebut di atas, masih banyak lagi jenis ikan lokal lain yang dapat dikembangkan dengan sistem keramba.

Bila hendak mengembangkan ikan dalam keramba, kita tinggal menyesuaikan jenis ikan yang cocok untuk tempat tinggal kita masing - masing. Lahan yang akan digunakan sebaiknya yang gembur. Tanah tegalan merupakan tanah yang baik bagi pertumbuhan tanaman bengkuang. Buatlah guludan dengan lebar bedengan sekitar 20 Cm dengan panjang guludan tergantung dari panjang lahan jarak antara bedengan sekitar 35 Cm atau selebar satu setengah sampai dua lebar pacul.
Penanaman tanaman bengkuang sebaiknya dilakukan setelah panen tanaman jagung atau pada pertengahan musim penghujan. Penanaman dengan cara membenamkan benih pada tanah guludan yang ditugal, dan isilah  1-2 benih tiap lubang tanam, jarak antara lubang yang satu dengan yang lain sekitar kurang lebih 22 Cm dan penanaman jangan terlalu dalam, karena akan dapat menghambat perkecambahan benih tersebut. Untuk mendapatkan buah yang benar-benar besar maka sebaiknya tiap lubang diisi dengan satu benih saja.
Sebenarnya tanaman bengkuang tidak memerlukan perawatan yank serius, karena tanaman bengkuang merupakan tanaman yang mudah tumbuh pada, keadaan yang kurang menguntungkan bahkan sampai saat ini tanaman bengkuang tidak atau belum pernah terserang hama maupun penyakit yang dapat menurunkan produksi.
Perawatan yang perlu dilakukan adalah pengendalian gulma, yaitu lakukan pembersihan gulma terutama gulma disekitar tanaman. Pembuangan bunga, dimana bunga pada tanaman bengkuang ini sangat perlu dilakukan, karena jika bunganya tidak dihilangkan akan dapat mempengaruhi pembentukan, umbi bengkuang. Bila perlu lakukanlah pemupukan dengan ZA dengan cara tebarkan disekitar tanaman.
Pemanenan bengkuang dapat dilakukan setelah tanaman tersebut berumur sekitar 6 bulan. Dan pemanenan sebaiknya dilakukan dengan hati-hati agar buah bengkuang tidak rusak atau pecah. Maka dengan cara budidaya tersebut, akan dapat dihasilkan buah yang berukuran besar. Dengan semakin baik mutu buah bengkuang ini akan dapat meningkatkan penghasilan petani, karena harganya pun dapat dinaikkan.